Sabtu, 06 April 2013

FOREX

Cara menghasilkan uang dengan berdagang Forex

Daftar FBS bonus $5 KLIK DISINI

Cara Anda Menghasilkan Uang dengan Berdagang Forex

Di pasar FX, Anda membeli atau menjual mata uang. Melakukan perdagangan di pasar pertukaran mata uang asing itu sederhana: para montir perdagangan sangat serupa dengan mereka yang dijumpai di pasar-pasar lainnya (seperti pasar saham), jadi jika Anda memiliki banyak pengalaman apapun di bidang perdagangan, Anda pasti mampu dengan cepat memahaminya.

Tujuan perdagangan Forex ialah untuk menukar satu mata uang dengan mata uang lainnya dengan harapan bahwa harga mata uang tersebut akan berubah, sehingga mata uang yang Anda beli akan naik nilainya dibandingkan dengan mata uang yang Anda jual.

Contoh menghasilkan uang dengan membeli mata uang Euro
Perilaku Pedagang EUR USD
Anda membeli 10,000 Euro dengan kurs pertukaran EUR/ USD 1.18 +10,000 -11,800*
Dua minggu kemudian, Anda menukar 10,000 Euro Anda kembali ke Dolar AS dengan kurs pertukaran 12.500 -10,000 +12,500**
Anda mendapatkan keuntungan $700. 0 +700
*EUR $10,000 x 18 = US $11,800
**EUR $10,000 x 1.25 = US $12,500

kurs pertukaran merupakan rasio dari satu mata uang yang dinilai terhadap mata uang lainnya. Contohnya, kurs pertukaran USD/ CHF menunjukkan seberapa banyak Dolas AS mampu membeli satu franc Swiss, atau seberapa banyak franc Swiss yang Anda butuhkan untuk membeli satu dolar AS.

Cara Membaca Kutipan FX
Mata uang selalu dikutip secara berpasangan, seperti GBP/USD atau USD/JPY. Alasan mengapa mata uang tersebut dikutip secara berpasangan adalah karena pada setiap transaksi pertukaran valuta asing, Anda secara simultan membeli satu mata uang dan menjual mata uang lainnya.
Berikut ini sebuah contoh mengenai kurs pertukaran valuta asing untuk pound Inggris versus dolar AS:
GBP/USD = 1.7500

Mata uang yang ditulis pertama pada sebelah kiri garis miring (“/”) dikenal sebagai mata uang dasar (pada contoh ini yaitu pound Inggris), sedangkan mata uang yang kedua di sebelah kanan garis miring disebut mata uang counter atau kuota (pada contoh ini yaitu dolar AS).

Ketika membeli, kurs pertukaran memberitahukan kepada Anda berapa banyak Anda harus membayar pada unit-unit mata uang kuota untuk membeli satu unit mata uang dasar. Pada contoh di atas, Anda harus membayar 1.7500 dolar AS untuk membeli 1 pound Inggris.

Ketika menjual, kurs pertukaran memberitahukan kepada Anda berapa banyak unit mata uang kuota yang Anda peroleh dengan menjual satu unit mata uang dasar. Pada contoh di atas, Anda akan menerima 1.7500 dolar AS saat Anda menjual 1 pound Inggris.

Mata uang dasar adalah “basis” untuk pembelian atau penjualan. Jika Anda membeli EUR/USD ini berarti bahwa Anda memang membeli mata uang dasar dan secara simultan menjual mata uang kuota.

Anda akan membeli pasangannya jika Anda yakin bahwa mata uang dasarnya relatif akan berapresiasi (naik) terhadap mata uang kuota-nya. Anda akan menjual pasangannya jika Anda beranggapan bahwa mata uang dasarnya relatif akan depresiasi (turun) terhadap mata uang kuota-nya.

Long/Short (atau = Buy / Sell)

Pertama, Anda harus menentukan apakah Anda ingin membeli atau menjual.

Jika Anda ingin membeli (yang sebenarnya berarti membeli mata uang dasar), Anda ingin mata uang dasar-nya naik dan kemudian Anda Anda akan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Pada istilah perdagangan, hal ini disebut “going long” atau mengambil “long position” Perlu diingat: long = membeli.

Jika Anda ingin menjual(yang sebenarnya berarti menjual mata uang dasar dan membeli mata uang kuota), Anda ingin mata uang dasar-nya turun nilainya dan kemudian Anda akan membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah. Pada istilah perdagangan, hal ini disebut “going short” atau mengambil “short position”. Short = menjual.

Bid/Ask Spread
Semua kuota Forex terdiri dari harga dua cara (two-way), tawar (bid) dan minta (ask).
Bid adalah harga di mana dealer-nya berkeinginan untuk membeli mata uang dasar dalam pertukaran untuk mata uang kuotanya. Hal ini berarti bid tersebut adalah harga di mana Anda (sebagai pedagangnya) akan menjualnya. Bid = harga yang ANDA jual.

Ask adalah harga di mana dealer-nya akan menjual mata uang dasar pada pertukaran untuk mata uang kuota-nya. Hal ini berarti ask adalah harga di mana Anda akan membeli. Ask = harga ANDA membeli.

Perbedaan antara harga bid dan harga ask dikenal sebagai spread.
Mari kita lihat sebuah contoh mengenai kuota harga yang diambil dari platform perdagangan:
GBP/USD . Harga Bid (Sell) = 1.7445 , Harga Ask (Buy) = 1.7449
Pada kuota GBP/USD ini, harga bid adalah 1.7447 dan harga ask-nya adalah 1.7449. perhatikan bagaimana broker tersebut membuatnya begitu mudah bagi Anda untuk memperdagangkan uang Anda.
Jika Anda ingin menjual GBP, Anda meng-klik “Sell” (jual) dan Anda akan menjual pound dengan harga 1.7445. jika Anda ingin membeli GBP, Anda klik “buy” (beli) dan Anda akan membeli pound dengan harga 1.7449.

Pada contoh berikut ini, kita akan mempergunakan analisa yang mendasar guna membantu kita untuk menentukan apakah kita membeli atau menjual sepasang mata uang tertentu. Jika Anda selalu merasa mengantuk selama mata pelajaran ekonomi di kelas atau hanya mengesampingkan pelajaran ekonomi, jangan khawatir! Kami akan memberikan analisa secara mendasar pada pelajaran berikutnya. Untuk saat ini, berusahalah berpura-pura seolah Anda tahu apa yang sedang terjadi….

EUR/USD
Pada contoh ini, Euro adalah mata uang dasar, sehingga menjadi “basis” untuk membeli/ menjual.

Jika Anda yakin bahwa perekonomian AS akan semakin melemah, yang berarti buruk bagi dolar AS, Anda akan melakukan PEMBELIAN EUR/USD. Dengan melakukan pembelian tersebut Anda membeli euro dengan harapan mata uang tersebut akan naik versus dolar AS.

USD/JPY
Pada contoh ini, dolar AS adalah mata uang dasar sehingga menjadi “basis” untuk pembelian/ penjualan.

Jika Anda beranggapan bahwa pemerintah Jepang akan melemahkan Yen dalam rangka membantu industri eksport-nya, Anda akan melakukan PEMBELIAN USD/JPY. Dengan begitu Anda membeli dolar AS dengan harapan bahwa mata uang tersebut akan naik versus yen Jepang.

Jika Anda yakin bahwa para investor Jepang menarik uangnya dari pasar finansial AS dan mengalihkan semua mata uang dolar AS-nya kembali ke mata uang Yen, dan hal ini akan merugikan dolar AS, Anda akan melakukan PENJUALAN USD/JPY. Dengan begitu Anda menjual dolar AS dengan harapan bahwa mata uang tersebut akan turun terhadap Yen Jepang.

GBP/USD
Pada contoh ini GBP adalah mata uang dasar sehingga menjadi “basis” untuk penjualan/ pembelian.
Jika Anda beranggapan bahwa pereknonomian Inggris akan terus semakin membaik daripada Amerika Serikat pada masa pertumbuhan perekonomian, Anda akan melakukan PEMBELIAN GBP/USD. Dengan begitu Anda membeli pound dengan harapan bahwa mata uang tersebut akan naik terhadap dolar AS.

Jika Anda yakin bahwa perekonomian Inggris melambat sementara perekonomian Amerika Serikat tetap kuat seperti banteng, Anda akan melakukan PENJUALAN GBP/USD. Dengan begitu Anda menjual pound dengan harapan bahwa mata uang tersebut akan menurun terhadap dolar AS.

USD/CHF
Pada contoh ini USD adalah mata uang dasarnya sehingga menjadi “basis” untuk pembelian/ penjualan.

Jika Anda beranggapan bahwa mata uang franc Swiss dihargai lebih tinggi, anda akan melakukan PEMBELIAN USD/ CHF. Dengan begitu Anda membeli dolar AS dengan harapan bahwa mata uang tersebut akan berapreasiasi (naik) terhadap mata uang franc Swiss.

Jika Anda yakin bahwa kekacauan pasar AS akan mencederai pertumbuhan perekonomian di masa mendatang, yang akan melemahkan dolar, Anda akan melakukan PENJUALAN USD/ CHF. Dengan begitu Anda menjual dolar AS dengan harapan bahwa mata uang tersebut akan depresiasi (turun) terhadap mata uang franc Swiss.

Daftar FBS bonus $5 disini  

Pemahaman Analisa Teknikal

Technical Analysis
Technical Analysis adalah suatu pendekatan analisa pola pergerakan harga di masa lalu untuk memperkirakan pergerakan harga di masa mendatang. Dalam hal ini tentunya analis harus mempunyai grafik harga/ chart.
Perlu diketahui bahwa saat ini banyak sekali trader yang sangat ahli  menguasai technical analysis bahkan banyak diantara trader yang mampu membuat bahkan memodifikasi indikator-indikator teknikal.
Perlu anda pahami bahwa  komponen utama terbentuknya  grafik pergerakan harga terdiri dari 5 komponen saja yaitu : harga pembukaan ( Open ), harga tertinggi ( High ), harga terendah ( Close ) , dan Volume transaksi ( V ), jika disingkat maka disebut OHLCV.
Dari data  OHLCV tersebutlah kemudian digunakan metode matematika dan statistik untuk kemudian terciptanya indikator-indikator  pada tehnical analysis modern.
Secara Umum indikator – indikator Modern Technical Analysis terbagi menjadi :
1. Trend Following Indikator :  Indikator-indikator umum yang masuk pada kategori  ini adalah seperti Moving Average, MACD,  Parabolic SAR dsb.
2. Momentum Indikator : yang  termasuk kategori ini  adalah indikator seperti Stochastic, William %R, RSI dsb,
3. Volume indikator : secara umum yang termasuk kategori  ini adalah OBV (On Balance Volume), OSCV (Volume Oscillator) dsb.
4. Volatility Indikator :  contoh indikator yang berfungsi menentukan tingkat volatilitas harga yaitu : Bollinger Band , Keltner Band dsb.
Jumlah  indikator-indikator pada modern technical analysis berjumlah  ratusan , belum lagi ditambah kreasi – kreasi trader-trader top dunia yang  membuat indikator dan tehnik yang lebih baru. Adapun setiap kategori indikator diatas masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda, namun hanya ada satu karakteristik  yang sudah pasti dan tidak akan pernah berubah yaitu :  pergerakan harga selalu lebih cepat dari indikator apapun.
Penggunaan indikator-indikator technical analysis dapat anda sesuaikan dengan profil style trading dan frekwensi trading anda. Semakin pendek timeframe yang anda gunakan, maka pergerakan indikator tersebut akan semakin tinggi volatilitasnya. Sangat disarankan agar anda memahami  penggunaan indikator tersebut secara benar.
Contoh yang sering salah kaprah dalam penggunaan indikator adalah  pada MACD. Seringkali orang hanya mengunakan 1 MACD saja dalam menganalisa chart, padahal Gerald Appel dalam bukunya menyarankan  agar menggunakan dua buah MACD  dengan time frame yang berbeda untuk menganalisa pola pergerakan harga.
Selain hal diatas, Support Resistance juga menjadi  komponen utama seorang analis. Biasanya pada level Support Resistance inilah seorang trader akan mengambil keputusan buy/ sell suatu instrumen sekaligus menjadi target estimasi arah pergerakan  harga yang akan dicapai.
Pada instrumen yang bergerak uptrend , maka pergerakan harga akan cenderung breakout menembus resistance dan menciptakan level resistance yang baru, sebaliknya pada instrumen yang downtrend, harga akan cenderung menembus support untuk menciptakan level support yang baru. Hal ini lah yang juga sering dijadikan acuan oleh trader ataupun para analis untuk menganalisa guna mengambil keputusan trading.
Apa yang dijelaskan diatas adalah penjelasan umum saja tentang Technical Analysis. Para trader pemula yang baru belajar technical analysis biasanya ketika baru saja paham dan mengerti tentang suatu indikator, maka ia akan  langsung mencobanya pada real trading, dan ketika  ternyata berhasil menghasilkan keuntungan biasanya  trader tersebut akan overconfidence dan merasa yakin bahwa itulah indikator yang terbaik dan cocok baginya.  Dan ketika  ternyata tiba saatnya trading dan loss karena ternyata harga tiba-tiba turun lebih cepat dari indikatornya, kemudian tidak sempat melakukan cutloss, mulailah timbul kebimbangan atas indikator tersebut dan mulai belajar lagi mencari indikator baru. Hal ini akan terus berulang-ulang terjadi. Akibat sering terjadinya hal ini dimana maka munculah teori :  bahwa kita tidak dapat memprediksikan arah pergerakan harga.
Namun kita dapat mengantisipasinya bila menerapkan suatu trading plan dan money management yang baik dan benar.
Karena faktor utama utuk sukses bertrading pada dasarnya adalah pada money management dan trading plan itu sendiri.

Pemahaman Analisa Fundamental

Analisa Fundamental
Analisa fundamental adalah suatu cara untuk melihat pasar melalui daya ekonomi, sosial dan politis yang mempengaruhi suplai dan permintaan. Dengan kata lain, Anda melihat perekonomian mana yang berhasil, dan perekonomian mana yang payah. Ide di balik jenis analisa ini adalah bahwa jika perekonomian suatu negara bagus, maka mata uangnya juga akan bagus. Ini karena perekonomian negara yang lebih baik, maka negara-negara lainnya akan lebih percaya terhadap mata uang tersebut.
Misalnya, dolar AS menguat karena perekonomian AS menguat. Begitu perekonomiannya lebih baik, suku bunga menjadi lebih tinggi untuk mengontrol inflasi sehingga nilai dolar terus naik. Ringkasnya, pada dasarnya itulah analisa fundamental.
Analisa fundamental Forex adalah suatu cara untuk menganalisa suatu mata uang melalui kekuatan perekonomian negara tersebut.

Apa itu Pips atau Point ?

Apa Sebenarnya yang Dimaksud Dengan Pips (atau Point) ?
Kenaikan mata uang yang paling umum disebut Pip. Jika EUR/USD bergerak dari 1.2250 menuju 1.2251, itu disebut SATU PIP. Satu pip adalah berada pada desimal terakhir suatu pecahan. Pip tersebut merupakan cara Anda mengukur keuntungan dan kerugian Anda.

Begitu masing-masing mata uang memiliki nilainya sendiri, perlu dihitung nilai suatu pip terhadap mata uang tersebut. Pada mata uang di mana Dolar AS-nya dikuotakan pertama, kalkulasinya berupa sebagai berikut.

Mari kita ambil kurs USD/JPY pada 1119.80 (ingat pasangan mata uang ini hanya memberlakukan dua angka desimal, kebanyakan mata uang lainnya memiliki empat angka desimal).

Pada kasus USD/JPY, 1 pip adalah .01
Oleh karena itu,
USD/JPY:
119.80
.01 dibagi kurs pertukaran = nilai pip
.01 / 119.80 = 0.0000834
Angka ini seperti angka yang sangat panjang tetapi nanti kita akan bahas ukuran lot.
USD/CHF:
1.5250
.0001 dibagi kurs pertukaran = nilai pip
.0001 / 1.5250 = 0.0000655

USD/CAD:
1.4890
.0001 dibagi kurs pertukaran = nilai pip
.0001 / 1.4890 = 0.00006715
Pada kasus di mana Dolar AS tidak dikuotakan pada tempat pertama dan kita ingin mendapatkan nilai Dolar AS, kita harus menambahkan lagi satu langkah.

EUR/USD:
1.2200
.0001 dibagi kurs pertukaran = nilai pip
jadi .0001 / 1.2200 = EUR 0.00008196
tetapi kita perlu segera kembali ke dolar AS, jadi kita tambahkan kalkulasi yaitu
EUR x kurs pertukaran
Jadi 0.00008196 x 1.2200 = 0.00009999
Ketika dibulatkan menjadi 0.00001

GBP/USD:
1.7975
.0001 dibagi kurs pertukaran = nilai pip
jadi .0001 / 1.7975 = GBP 0.0000556
tetapi kita perlu segera kembali ke dolar AS, jadi kita tambahkan kalkulasi yaitu
GBP x kurs pertukaran
Jadi 0.0000556 x 1.7975 = 0.0000998
Ketika dibulatkan menjadi 0.00001

Anda mungkin bingung dan berpikir perlukah saya mengerjakan semau hal tersebut di atas, dan jawabannya adalah TIDAK. Hampir semua broker forex akan mengerjakan pekerjaan tersebut untuk Anda secara otomatis.

Apa itu Lot ?

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan sebuah Lot?
Forex spot diperdagangkan dalam bentuk Lot. Ukuran standar lot yaitu $100,000. Ada juga ukuran lot mini yaitu $10,000. seperti yang sudah Anda ketahui, mata uang diukur dengan pips, yang merupakan kenaikan terkecil dari mata uang tersebut. Untuk mengambil keuntungan dari kenaikan-kenaikan yang kecil ini, Anda perlu berdagang mata uang tertentu dalam jumlah besar guna melihat adanya keuntungan atau kerugian yang signifikan.

Misalnya saja kita akan menggunakan ukuran lot $100,000. sekarang kita akan menghitung beberapa contoh untuk melihat bagaimana lot tersebut mempengaruhi nilai pip-nya.

USD/JPY dengan kurs pertukaran 119.90
(.01/119.80) x $100,000 = $8.34 per pip

USD/CHF dengan kurs pertukaran 1.4555
(.0001/1.4555) x $100,000 = $6.87 per pip

Pada kasus di mana Dolar AS tidak dikuotakan pertama, rumusannya agak berbeda.
EUR/USD dengan kurs pertukaran 1.1930
(.0001/1.1930) x EUR 100,000 = EUR 8.38 x 1.1930 = $9.99734
dibulatkan akan menjadi $10 per pip.

GBP/USD dengan kurs pertukaran 1.8040
(.0001/1.8040) x GBP 100,000 = 5.54 x 1.8040 = $9.99416
dibulatkan akan menjadi $10 per pip.
Broker Anda mungkin memiliki cara yang berbeda untuk menghitung relatif nilai pip terhadap ukuran lot tetapi apapun cara mereka melakukannya, mereka akan mampu memberitahukan kepada Anda nilai pip apa yang digunakan untuk mata uang yang Anda perdagangkan pada waktu tertentu. Begitu pasarnya bergerak, nilai pip itu juga akan bergerak tergantung kepada mata uang apa yang saat itu Anda pakai untuk berdagang.

Pengertian Rollover atau Bunga (Swap)

Rollover atau Interest atau Bunga (Swap)

Sejak posisi pembukaan “cut-off time” broker Anda biasanya pukul 5pm EST, ada suku bunga rollover yang dibayarkan ataupun diperoleh oleh seorang pedagang, tergantung kepada margin dan posisi Anda di pasar. Jika Anda tidak ingin memperoleh atau membayar bunga pada posisi Anda, pastikan bahwa posisi Anda semuanya sudah tertutup sebelum 5pm EST, batas akhir yang ditetapkan oleh hari pasar.

Karena setiap perdagangan mata uang melibatkan peminjaman satu mata uang untuk membeli mata uang lainnya, biaya-biaya rollover bunga merupakan bagian dari perdagangan forex. Bunga dibayarkan dengan mata uang yang dipinjam, dan diperoleh dengan mata uang yang dibelinya. Jika seorang klien membeli suatu mata uang dengan suku bunga yang lebih tinggi daripada yang dia pinjam, perbedaan netto-nya akan positif (contohnya USD/JPY) – dan sebagai hasilnya klien tersebut akan memperoleh dana. Tanyakan kepada broker atau dealer Anda mengenai detail-detail spesifik berkaitan dengan rollover.

Bagaimana cara menghitung Profit dan Loss ?

Bagaimana sebenarnya cara saya menghitung keuntungan dan kerugian? (Profit / Loss)

Jadi sekarang Anda sudah tahu cara menghitung nilai pip, mari kita lihat bagaimana cara Anda mnghitung keuntungan atau kerugian Anda.

Mari kita membeli Dolar AS dan menjual Franc Swiss.
Kurs yang Anda kuotakan adalah 1.4525/1.4530. karena Anda membeli dolar AS Anda akan memperdagangkannya pada 1.4530, kurs yang dipersiapkan oleh para pedagang untuk dijual.
Jadi Anda membeli 1 lot senilai $100,000 pada 1.4530.
Beberapa jam kemudian, harganya bergerak ke 1.4550 dan Anda memutuskan untuk menutup perdagangan Anda.

Kuota yang baru untuk USD/CHF adalah 1.4550/1.4555. Karena Anda menutup perdagangan Anda dan pada awalnya Anda membeli untuk memasuki perdagangan, sekarang Anda menjual dalam rangka menutup perdagangan, jadi Anda harus mengambil harga 1.4550. harga yang dipersiapkan para pedagang untuk membeli.

Perbedaan antara 1.4530 dan 1.4550 yaitu .0020 atau 20 pip.

Dengan menggunakan rumus kita dari yang sebelumnya, sekarang kita mempunyai (.0001/1.4550) x $100,000 = $6.87 per pip x 20 pip = $137.40

Ingat, ketika Anda masuk atau keluar dari suatu perdagangan, Anda menjadi subyek spread-nya di dalam kuota bid/offer.

Ketika Anda membeli suatu mata uang, Anda akan menggunakan harga penawaran dan ketika Anda menjual, Anda akan menggunakan harga bid.

Jadi ketika Anda membeli suatu mata uang, Anda membayar spread begitu Anda memasuki perdagangan tetapi tidak pada saat Anda keluar. Dan ketika Anda menjual suatu mata uang, Anda tidak membayar spread-nya ketika Anda masuk tetapi membayar pada saat Anda keluar.

Leverage atau Daya Ungkit

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Leverage?
Mungkin Anda heran bagaimana seorang investor kecil seperti diri Anda sendiri mampu memperdagangkan sedemikian besar jumlah uang. Anggaplah broker Anda sebagai sebuah bank yang pada dasarnya membantu dengan $100,000 Anda untuk membeli mata uang dan yang mereka minta dari Anda hanyalah Anda memberinya $1,000 sebagai simpanan ketulusan yang baik, yang
Akan dia simpankan untuk Anda tetapi tidak menahannya. Kedengarannya terlalu baik dari kenyataannya? Inilah cara perdagangan forex berhasil menggunakan leverage.
Jumlah leverage yang Anda pergunakan akan bergantung kepada broker Anda dan apa yang menurut Anda paling nyaman.

Biasanya broker tersebut akan meminta ukuran rekening minimum, yang juga dikenal sebagai margin rekening atau margin awal. Begitu Anda telah mendepositokan uang Anda selanjutnya Anda sudah bisa berdagang. Broker  tersebut juga akan memberikan spesifikasi berapa banyak yang mereka butuhkan per posisi (lot) yang diperdagangkan.

Contohnya, untuk setiap $1,000 yang Anda miliki, Anda bisa berdagang 1 lot dari $100,000. jadi jika Anda memiliki $5,000 mungkin mereka memperbolehkan Anda untuk berdagang hingga $500,000 Forex.

Jaminan minimum (margin) untuk setiap lot akan bervariasi dari satu broker dengan broker lainnya. Pada contoh di atas, broker tersebut meminta satu persen margin. Hal ini berarti bahwa untuk setiap $100,000 yang diperdagangkan, broker tersebut menginginkan $1,000 sebagai deposito pada posisinya.

Pengertian Margin Call atau Stop Out

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Margin Call?
Apabila uang di rekening Anda jatuh di bawah margin yang diminta (margin yang dapat digunakan), broker Anda akan menutup beberapa atau seluruh posisi bukanya. Hal ini mencegah rekening Anda jatuh menjadi neraca negatif, bahkan pada pasar yang sangat mudah berubah dan bergerak dengan cepat.
Margin Call dapat dilihat dengan mudah juga melalui Margin Level. Bila margin level anda jatuh mendekati 100% atau kurang maka open posisi anda dapat tertutup otomatis oleh sistem broker
Rumus Margin Level adalah = Equity / Margin x 100%

CONTOH-CONTOH MARGIN CALL
Contoh #1
Misalnya saja Anda membuka rekening Forex reguler dengan $2,000 (bukan ide yang cerdas). Anda membuka 1 lot EUR/USD, dengan permintaan margin $1,000. Usable Margin adalah uang yang tersedia untuk membuka posisi baru atau menderita kerugian dagang. Karena Anda memulai dengan $2,000, usable margin Anda adalah $2,000. Tetapi ketika Anda membuka 1 lot, yang memerlukan permintaan margin $1,000, usable margin Anda sekarang adalah $1,000.
Jika kerugian Anda melebihi usable margin Anda yang berjumlah $1,000, Anda akan mendapatkan margin call.

Contoh #2
Misalnya saja Anda membuka rekening Forex reguler dengan $10,000. Anda membuka 1 lot EUR/USD, dengan permintaan margin $1,000. ingat, usable margin adalah uang yang tersedia yang Anda miliki untuk membuka posisi baru atau menderita kerugian dagang. Karena Anda memulai dengan 1 lot, usable margin yang Anda miliki adalah $10,000. Setelah Anda membuka perdagangannya, sekarang Anda memiliki $9,000 usable margin dan $1,000 used margin.

Jika kerugian Anda melebihi usable margin Anda yang berjumlah $9,000, Anda akan mendapatkan margin call.

Pastikan Anda mengetahui perbedaan antara usable margin dengan used margin.

Jika ekuitasnya (nilai rekening Anda) jatuh antara usable margin Anda hingga ke kerugian perdagangan, Anda harus mendepositkan tambahan uang atau broker Anda akan menutup posisi Anda untuk membatasi resiko Anda dan resiko dirinya. Sehingga, Anda tidak akan pernah merugi lebih daripada yang Anda depositkan.

Jika Anda akan berdagang dengan rekening margin, sungguh penting artinya bagi Anda untuk mengetahui apa kebijakan-kebijakan para broker Anda berkenaan dengan rekening margin.

Anda juga harus tahu bahwa kebanyakan para broker memerlukan margin yang lebih tinggi selama akhir-akhir pekan. Ini bisa dalam bentuk 1% margin selama pekan tersebut dan jika berkeinginan untuk menahan posisi selama akhir pekan tersebut marginnya bisa meningkat hingga 2% atau lebih tinggi.

Topik mengenai margin merupakan bidang yang sensitif dan beberapa orang memperdebatkan bahwa terlalu banyak margin itu berbahaya. Semuanya tergantung kepada pertimbangan resiko Anda sendiri. Anda suka melompati jembatan-jembatan atau melewati sisi-sisi jalanan.

Hal penting yang perlu diingat ialah bahwa Anda secara menyeluruh membaca kebijakan-kebijakan broker Anda berkenaan dengan margin dan Anda memahami serta merasa nyaman dengan resiko yang ada.
Beberapa broker menjelaskan soal leverage­ mereka dengan istilah rasio leverage sedangkan lainnya menggunakan istilah persentase leverage. Hubungan yang sederhana antara dua istilah tersebut adalah:

Leverage = 100/Margin Persen
Margin Persen = 10/Leverage
Leverage secara konvensional digambarkan sebagai rasio, seperti 100:1 atau 200:1.

Jenis-Jenis Order di Forex

Istilah “order” mengacu kepada bagaimana cara Anda akan memasuki atau keluar dari suatu perdagangan. Di sini kita membahas jenis-jenis order yang berbeda-beda yang dapat dipakai ke dalam pasar pertukaran valuta asing (Forex). Pastikan bahwa Anda mengetahui jenis order mana yang diterima broker Anda. Broker yang berbeda menerima jenis order yang berbeda-beda pula.

Jenis-jenis Order di Forex

Jenis-jenis Order Dasar
Ada beberapa jenis order dasar yang diberikan oleh semua broker dan beberapa broker lainnya yang kedengarannya aneh. Jenis-jenis order dasar tersebut yaitu:
  • Market Order (Order Pasar)
Market order adalah sebuah order untuk membeli atau menjual dengan harga pasar saat itu. Misalnya, EUR/USD saat itu diperdagangkan 1.2140. Jika Anda ingin membeli dengan harga pasti ini, Anda akan meng-klik buy (beli) dan platform perdagangan Anda dengan cepat akan melakukan order pembelian dengan harga pasti tersebut.

Jika Anda pernah berbelanja di Amazon.com, seperti itulah caranya dengan menggunakan pemesanan 1-Click. Anda suka dengan harga mata uang tersebut, Anda klik sekali dan mata uang tersebut menjadi milik Anda! Perbedaannya hanyalah Anda membeli atau menjual satu mata uang dengan mata uang lainnya selain juga membeli CD Britney Spears.

  • Limit Order (Order Batas)
Limit order adalah suatu order yang dilakukan untuk membeli atau menjual dengan harga tertentu. Order tersebut biasanya terdiri dari dua variabel, harga dan durasi. Misalnya, EUR/USD saat itu diperdagangkan dengan harga 1.2050. Anda akan terus jika harganya mencapai 1.2070. Anda bisa duduk di depan monitor Anda dan menunggunya hingga mencapai 1.2070 (pada titik di mana Anda akan meng-klik suatu pembelian market order), atau Anda bisa mengeset suatu pembelian limit order pada 1.2070 (kemudian Anda bisa meninggalkan komputer Anda untuk menghadiri kelas lantai dansa Anda).

Jika harganya naik hingga 1.2070, platform dagang Anda secara otomatis akan melakukan order pembelian dengan harga yang ditetapkan tersebut. Anda tentukan harga di mana Anda ingin membeli / menjual suatu pasangan mata uang tertentu dan juga menentukan berapa lama Anda ingin order tersebut tetap aktif (GTC atau GFD).

  • Stop-loss Order (Order Stop-kerugian)
Stop-loss order adalah order batas yang terhubung kepada suatu perdagangan terbuka yang bertujuan untuk mencegah kerugian lebih lanjut jika harganya tidak sesuai dengan yang Anda inginkan. Suatu stop-loss order tetap berpengaruh sampai posisinya dilikuidasi atau Anda membatalkan stop-loss order-nya.

Misalnya, Anda membeli EUR/USD seharga 1.2230. untuk membatasi kerugian maksimum Anda, Anda menetapkan stop-loss order pada 1.2200. ini berarti jika Anda keliru dan EUR/USD jatuh hingga 1.2200 tanpa kenaikan, platform dagang Anda secara otomatis akan melakukan order jual pada harga 1.2200 dan menutup posisi  Anda dengan kerugian 30 pip (aduh!).

Stop-losses sangat berguna jika Anda tidak ingin duduk di depan monitor Anda sepanjang hari dengan kekhawatiran Anda akan kehilangan seluruh uang Anda. Anda cukup hanya mengeset stop-loss order pada posisi buka mana saja sehingga Anda tidak akan kelewatan mengikuti kelas bola basket Anda.

Jenis-jenis Order yang Kedengaran Aneh
  • GTC (Good ‘till cancelled)
Suatu order GTC tetap aktif di pasar sampai Anda memutuskan untuk membatalkannya. Broker Anda tidak akan membatalkan order tersebut sampai kapanpun. Oleh karena itu adalah merupakan tanggung jawab Anda untuk mengingat bahwa order Anda telah terjadwal.

  • GFD (Good for the day)
Suatu order GFD tetap aktif di pasar sampai akhir hari perdagangan tersebut. Karena pertukaran valuta asing merupakan pasar 24 jam, hal ini berarti 5 pm EST karena  itulah pasar-pasar AS tutup, tetapi saya sarankan Anda untuk mengecek silang dengan broker Anda.

  • OCO (Order cancels other)
Suatu order OCO adalah gabungan dari dua order limit dan/ atau stop-loss. Dua order dengan variabel harga dan durasi diletakkan di atas dan di bawah harga saat itu. Ketika salah satu order tersebut dilaksanakan, order yang lainnya dibatalkan.

Contoh: Harga EUR/USD adalah 1.2040. Anda ingin membeli seharga 1.2095 pada level resistance untuk mengantisipasi pembukaan atau mengawali suatu posisi penjualan jika harganya jatuh di bawah 1.1985. pengertiannya adalah jika harganya mencapai 1.2095, Anda akan terpicu untuk melakukan order pembelian dan order penjualan 1.1985 secara otomatis akan dibatalkan.

Jangan lupa untuk selalu mengecek dengan broker Anda untuk informasi order tertentu dan untuk melihat apakah ada biaya rollover yang dikenakan jika suatu posisi tertahan satu hari lebih lama. Mempertahankan aturan order Anda yang sederhana merupakan strategi yang terbaik.

Ringkasan
Jenis-jenis order dasar (market, stop-loss dan limit) merupakan order yang biasanya diperlukan oleh sebagian besar para pedagang. Kecuali jika Anda adalah seorang pedagang veteran (ya benar), jangan berkhayal dan merancang suatu sistem perdagangan yang memerlukan demikian banyak order yang berlapis-lapis di pasar sepanjang waktu – lakukanlah dengan yang dasar-dasar dulu.

Pastikan bahwa Anda sepenuhnya memahami dan merasa nyaman dengan sistem order broker Anda sebelum melakukan suatu perdagangan.

JANGAN melakukan perdagangan dengan uang riil sampai Anda benar-benar berada pada level merasa sangat nyaman dengan platform perdagangan dan sistem entri order tersebut